Wednesday, February 1, 2017

Penipuan Bermodus e-Cash Mandiri

Hai .. Lama tak bersua, kali ini aku mau cerita soal pengalaman pait hiks. Belum lama ini, aku jadi korban penipuan. Penipuan online. Sebenernya udah banyak korban penipuan online begini. Jadi ga kaget lah ya kalo aku jg jadi salah satu korbannya.

Begini ceritanya...
Aku jual barang di salah satu media jual beli online terkemuka. Disitu ada yg minat beli barangku dan chat dimulai.
Dia chat biasa selayaknya pembeli normal. Kemudian dia minta rekening. Aku kasih dong ya.

Setelah penipu kabur, dia udah ga pake dp lagi. Jadi screnshot an ini satu-satunya foto dia yang bisa kesimpen di aku. Kecil banget sih ya haha. Tapi entah juga itu foto asli atau bukan.

Setelah itu dia konfirmasi udah kirim beserta struknya. Berikut struknya

Struk ini sekilas ga ada yang mencurigakan kan. entah gimana bisa ada struk kayak gini, tp setelah kejadian ya aku ngerti pasti ini cuma akal2an si penipu bikin struk ginian.

Lanjut cerita.. Setelah itu dia bilang kalo dia transfer via e-cash mandiri. Itu artinya dia transfer via electronic money, dan aku ga bisa pake uang itu karena masih berupa electronic money. Dia bilang aku harus ke mandiri untuk cairin dana itu. Dan dia ngasih deadline karena katanya pengirimannya dia takut keburu offline, dan itu artinya uang yang dia kirim ke aku hangus. Ya udah aku sebagai penjual yang baik gamau dong bikin pembelinya kecewa. Aku cari atm mandiri untuk melakukan pencairan dana yang udah dibilangin si penipu ini. Si penipu juga kirim cara melakukan pencairan dana e-cash ini dari website (yang sekarang aku sadari kalau mungkin website ini dia sendiri pula yang bikin) 
Pokoknya semua diatur sedemikian rupa sehingga aku bener-bener ga ada menaruh curiga sama sekali sama penipu ini.

Sampai akhirnya aku melakukan semua tahapan dari website itu. Pada tahap 9, masukkan kode otp dana, di situ tertera tulisan Rp atau rupiah di depan angka kode. Aku sedikit curiga di situ, tapi aku lanjutin. Setelah itu aku cek saldo atm aku, dannnnn.... Hyak sekejap uang aku melayang begitu saja. Dan saldo yang berkurang adalah sejumlah kode yang aku masukkan, Rp 480011. Iya. Ternyata kode yang saya masukkan adalah jumlah rupiah yang saya kirimkan ke rekening penipu itu.

Jelas aku protes ke penipu ini. Si penipu masih bisa dihubungin. Dan dia masih berlaga tidak memiliki salah. Dia menanyakan seolah-olah aku melakukan kesalahan dalam melakukan tahapan pencairan dana ini. Aku emosi duluan, aku langsung bilang kalau dia itu penipu bla bla bla. Dan dia jawab dengan berkali-kali menyebut nama tuhan. 
"Mana mungkin saya nipu mbak, ini cuma kesalahan, coba yang keluar tadi nama siapa?"
"Nama mbak lah, ratna kurnia (entah ini nama dia asli atau bukan)"
"Ya allah mbak, ya jelas itu masuk rekening saya, harusnya yang keluar an rekening mbak, baru masuknya ke rekening mbak, coba diulangi ya mbak, saya bantu tuntun sekarang"
Jelas aku takut ya, jadi aku minta dia untuk transfer biasa saja. Tapi dia mengelak, dia ga mau mentransfer dua kali, dia juga berdalih takut pengirimannya dia yang tadi akan hangus. Entah kenapa aku walaupun sudah antara percaya tidak percaya, aku berusaha untuk percaya, karena lubuk hati pingin kalau aku mungkin memang salah. Mana mungkin aku kena tipu. Mbaknya juga sering nyebut. Ga mungkin kalau orang ini penipu. Mungkin memang aku yang salah melakukan tiap tahapan. Begitu pikir ku waktu itu.


Kebetulan, saat itu ada petugas bank yang sedang ke atm. Lalu aku tanya ke bapaknya. Bapaknya bilang bapaknya kurang tahu soal e-cash. Akhirnya aku coba lagi bertransaksi di atm dengan dituntun si penipu tersebut. Karena bapak petugas bank ini memperhatikan saya, bapak itu dengan sigap memencet tombol cancel dan meyakinkan ke aku kalau itu adalah penipuan, dan jangan digubris lagi. Aku sedih. Aku masih percaya gak percaya. Apa bener aku ini kena tipu. Aku mikir, bapaknya ini kan belum terlalu ngerti sama e-cash. Mungkin si penipu ini emang bener. Aku masih penasaran. Mungkin emang aku yang salah.

Untuk jaga-jaga kalau memang ini adalah penipuan. Akhirnya aku pindah saldo dari atmku sampai bersisa 600ribu rupiah. Kenapa 600ribu? Karena di website yang menunjukkan cara mencairkan dana tadi disebutkan kalau mau melakukan pencairan dana, harus memiliki saldo minimal 500 ribu. Ini adalah salah satu kejanggalan yang saat itu ga aku sadari waktu itu. Apa urusannya ada minimal saldo? Anggap saja aku memang ga ada saldo, lalu aku sebagai penjual masa gak bisa ngambil uang transferan ku sendiri? 

Lanjut lagi, setelah petugas bank pergi, aku penasaran dan aku coba lagi melakukan transaksi itu, dengan dituntun si penipu. Penipu sebelumnya sempat bertanya berapa jumlah saldo ku. Karena aku panik, ya aku jawab aja jumlah saldoku. Tapi aku belum bilang aku pindahin saldo ku. Akhirnya masuk ke tahap memasukkan kode, namun kode yang penipu kasih berbeda dengan kode sebelumnya. Kode ini berawalan angka 9. Yang jika dibaca secara nominal berjumlah 900ribu. Karena saldoku udah aku pindah, aku ga khawatir menulis kode kali ini. Dan yang aku dapat adalah "limit".
Aku bilang ke si penipu. "Kok disini dibilang limit"
"Loh emang saldo mbak berapa tadi"
"Ya yang tadi saya bilang"
"Yaudah mbak coba lagi"

Aku coba lagi tapi karena aku semakin sadar kalau memang kode itu adalah jumlah rupiah, makanya aku coba tidak memasukkan kode sesuai yang penipu bilang, tapi aku masukin jumlah Rp10 . Tapi saat itu atm malah error. 

Akupun bilang ke penipu, kalau atm error dan aku mau cari atm lain. Sampai di atm lain, sebelum aku telpon penipu ini lagi,aku mencoba sendiri melakukan transaksi dengan memasukkan kode Rp 10. Dan berhasil, di situ tujuan rekening dengan nama "tarik tunai" . Aku pikir mungkin memang aku salah masukin tahapan transaksi. Karena kali itu yang muncul adalah "tarik tunai".

Akhirnya aku telpon lagi si penipu. Tapi kali ini aku bilang aku mindahin saldoku ke rekening lain, karena aku takut salah lagi dan uang  melayang lagi. Penipu bilang harus ada minimal saldo 500ribu di atm, sesuai yang tertera di website yang penipu beri. Aku bilang "oke saya sisain sampe 600ribu"
Penipu menuntun sampai pada tahapan memasukkan kode lagi. Kode kali ini berubah lagi dengan awal digit 5, yang jika dinominalkan menjadi 500ribu sekian rupiah. Aku tanya ke dia, kode kok daritadi berubah-ubah. Tapi dia tidak menjawab.

Lalu dia tanya apa lagi yang muncul. dan ternyata yang muncul adalah nama rekening aku, tapi.... Ada yang salah dari nama ini, ada salah pengejaan tulisan. Di sini akhirnya puncak kesadaran aku kalau aku ini memang kena tipu, dan di sini aku mulai menerima kalau memang aku ini kena tipu dan uang aku di transaksi pertama itu gak bisa kembali. Jadi penipu ini mengganti nama tujuan berbeda-beda di setiap transaksi. Entah apa yang terjadi jika si penipu tidak melakukan salah eja, mungkin aku kena tipu dia bisa dua kali.

Aku pun meluapkan emosi ku di akhir percakapan telpon itu. Lalu telpon mati dan aku lanjutkan emosi aku di kolom chat penipu itu. Penipu lama-lama tidak membalas. Menonaktifkan "last seen", menghapus foto profil, dan tidak lama kemudian whatsapp sudah tidak aktif. 

Lemes rasanya, menerima kalau emang kita itu habis kena tipu, sedihhhh huhuhuhuuuu. Beberapa saat kemudian, aku coba telpon lagi nomor dia. Nomornya masih aktif, dia angkat biasa saja. Sepertinya dia lupa sama aku. Padahal belum lama. Aku kepikiran banyak orang yang lagi jadi korbannya dia. Aku akhirnya meluapkan emosi dan dia pun baru sadar kalau itu aku yang tadi kena tipu, dia berdalih, menyindir "loh yang suruh kirim ke saya siapa, kan mbak sendiri yang kirim kan"
(Minta dihajar bener ini orang)

Lalu aku lanjutin ngerjain dia berkali-kali. aku terror dia. Karena anehnya sampai cukup lama nomer itu masih dia pakai, masih aktif, bahkan setelah beberapa saat aku coba sms dia lagi, dia malah menghubungi aku. Haha. Dikira aku korban yang lain yang lagi jadi operasi target terbaru kali ya...

Aku cerita di sini karena aku harap ini bisa jadi pembelajaran biar ga keulang lagi, oleh aku, ataupun oleh orang lain di luar sana. Tetap berhati-hati. Kalau memang tidak paham, jangan dilanjutkan. Lebih baik transaksi yang aman-aman saja. Okaii...


2 comments:

Avix qoko said...

Thank you bos, kejadiannya sama seperti saya nih.

Nur Rafika Tien Najihan said...

Iyaa, dan berkali2 nih dpt modus gini setelah itu, kerjain balik haha